Manfaat & Khasiat Bunga Melati Untuk Demam

Jumat, 18 Desember 2009 1 comments
MELATI / JASMINUM 
[Image]
Di Italia, melati casablanca (Jasmine officinalle), yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan India Barat Laut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. 
Di Indonesia salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale).

Selain keindahan dan keharumanya bunga melati ini mempunyai banyak manfaat yang didapat untuk kehidupan kita diantaranya : sebagai hiasan pengantin, tanaman hias, campuran minum teh, sebagai bunga tabur, penghias rangkaian bunga, bahan industri kosmetika, farmasi, serta parfum. Dan ternyata berkhasiat pula bagi kesehatan anatara lain : 
Untuk mengobati demam, karena mengandung jasmon, sejenis keton: metil-pentenon-siklopentenon yang enak baunya. Keton ini bersifat menyejukkan sampai mampu menurunkan suhu badan yang sedang demam. Selain itu, menenangkan urat saraf bila dipakai untuk mengurut;
Untuk Mengobati Luka dari Gigitan Binatang;
Untuk Mengatasi Mata Merah;
Untuk Mengatasi Insomnia;
Untuk Sesak Nafas;
Untuk Sakit Kepala; 
Bunga dan daunnya terdapat indol, benzyl, livalylacetaat, terbukti efektif untuk membantu mengontrol ASI yang keluar berlebihan.

Komponen minyak melati (J. officinale) adalah : 
Benzil acetat 46,8%
Methyl salisilat 24,4%
Z. jasmine 20,3%
Lynalol 2,9%
Neurol idol 2,7%
Indole 1,7%
Alkohol 1,3%
Melati memiliki efek farmakologis dari bunga dan daunnya mengandung rasa pedas, manis dan sejuk. Sedangkan pada akarnya mengandung rasa pedas, manis netral dan agak beracun.


Sumber : 
i-herbal.blogspot.com
http://njowo.multiply.com
www.bloggaul.com
www.scribd.com

Manfaat Teh Bagi Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2009 0 comments


Teh / Camellia Sinensis


Tanaman teh merupakan minuman sehat yang telah dikenal sejak sekitar 5000 tahun yang lalu di negeri Cina. Pada awalnya, tertulis dalam suatu riwayat, teh diperkenalkan oleh seorang Kaisar Cina. Ketika itu, ke dalam cawan air panas Sang Kaisar Shen Nung yang sedang bersantai di kebun istana jatuh beberapa pucuk daun teh. Selanjutnya Kaisar menyadari adanya perbedaan rasa pada air tersebut. Dikisahkan setelah kejadian tersebut, ia berani merekomendasikan bahwa teh memiliki unsur menyembuhkan beragam penyakit seperti ginjal, demam, infeksi, dan tumor di kepala.

Pada tahun 1962, Organisasi kesehatan Dunia ( WHO) di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggalang suatu penelitian untuk program penambahan klorin dan flour pada air bersih. Pada akhirnya ditemukan pada teh karena memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan klorin dan flour. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh disamping sebagai bahan minuman, sifat antiseptik dapat menjaga kesehatan mulut dan gigi, tenggorokan, menjaga keseimbangan mikroflora sistem pencernaan dan meningkatkan penyerapan kalsium untuk pertumbuhan tulang.

Pada awal dekade 90-an, peneliti menemukan bahwa teh merupakan minuman karsinogen yang sangat efektif untuk mengurangi risiko kejangkitan dan menghambat pertumbuhan kanker.

Dengan ditemukannya berbagai khasiat yang terkandung pada teh maka pada akhir dekade 90-an, PBB memberi bantuan kepada 30 negara penghasil teh untuk melakukan program promosi teh dalam rangka meningkatkan konsumsi teh dunia.

Prof Itaro Oguni dari Jepang, dalam salah satu ceramahnya di ITB menyebutkan, hasil percobaan laboratorium yang dilakukannya makin menunjukkan khasiat teh ini terhadap kanker. Penambahan ekstrak daun teh telah menghambat pertumbuhan sarcoma 180 yang merupakan penyebab kanker. Pemberian ekstrak daun teh secara oral pada hewan percobaan juga menghambat pertumbuhan karsinoma pada esofagus dan lambung secara meyakinkan.

Seperti yang diuraikan Prof Senji Sakanaka dari Jepang, pada penduduk Shizuoka jarang dijumpai kasus-kasus kanker dan jantung. Bahkan, mereka pun bisa mencapai usia di atas 80 tahun dan tetap bugar.
Suatu studi di Iowa, Amerika Serikat yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology edisi Juli 1996 terhadap lebih dari 35.000 wanita pascamenopause melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker.

Dari hasil penelitian Dr Sirving O Keli dari Lembaga Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda, meminum teh sebaiknya minimal 4,7 cangkir per hari. Dengan cara ini, peminumnya akan tetap bugar dan terhindar dari gangguan jantung dan kanker.

Berdasarkan dari hasil penelitian diatas beragam manfaat yang didapat dari teh untuk kesehatan tubuh :

  1. Melindungi tubuh dari kanker;
  2. Mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke;
  3. Teh melindungi tulang;
  4. Teh memberikan senyum yang indah (perlindungan untuk gigi & gusi);
  5. Teh meningkatkan pertahanan tubuh Anda.

Namun, untuk mendapatkan khasiatnya, teh harus diminum dengan takaran yang tepat. Teh harus diseduh dengan kekentalan yang cukup, yaitu satu bungkus teh celup untuk satu cangkir. Kalau kadar teh terlalu sedikit, maka manfaatnya akan sedikit pula.

Nutrisi teh pahit siap minum, dengan nilai per 100 gram porsi makanan :
Air 99.7 gr, Energi 1 kcal, Energi 4 kj, Protein 0 gr, Total lemak 0 gr, Karbohidrat 0.2 gr, Serat 0 gr, Ampas 0.1 gr.

Sumber :
www.asiamaya.com
www.shvoong.com
www.chem-is-try.org

Manfaat Lidah Buaya

Senin, 19 Oktober 2009 0 comments

Lidah Buaya sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM, ada pula yang menyebutkan bangsa Mesir kuno mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Di Yunani pada tahun 333 SM Aloevera dikenal sebagai tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan. Sedangkan lidah buaya mulai populer di Amerika Serikat sejak tahun 1930-an. Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Menurut catatan WHO, lebih dari 23 negara menggunakan si “Mutiara Hijau” atau liadah buaya ini sebagai bahan baku obat-obatan dan pada zaman raja Mesir Cleopatra menggunakan Aloevera sebagai pembasuh kulit yang sangat mujarab sehingga dijadikan bahan baku kosmetika yang penting.

Beberapa manfaat dari nutrisi lidah buaya untuk tubuh antara lain:
  1. Asam folat berguna untuk kesehatan kulit dan rambut;
  2. Kalium berperan penting dalam memelihara kekencangan muka dan otot tubuh;
  3. Ferrum berperan sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh;
  4. Vitamin A berguna untuk oksigenasi jaringan tubuh terutama kulit dan kuku.
Manfaat jus lidah buaya:
  • Mempermudah sembelit dan membersihkan usus.
  • Membantu dalam kolitis, tukak lambung dan iritasi saluran pencernaan.
Perkembangan olahan dari lidah buaya pada saat ini antara lain : lotion, lidah buaya, bedak krim dan sabun, bahkan untuk minuman jelly.

Nutrisi gel lidah buaya :
  1. Air 95.510 %
  2. Total Padatan terlarut, terdiri atas: 0.0490 %
  • Lemak 0.0670 %
  • Karbohidrat 0.0430 %
  • Protein 0.0380 %
  • Vitamin A 4.594 IU
  • Vitamin C 3.476 Mg
www.resepherbal.e-salim.com
Aloevera Center, 2004.